Sejarah Desa Timbang.


Desa Timbang merupakan sebuah desa yang ada di Kecamatan Banyu putih, kabupaten Batang. Desa ini memiliki 7 Dukuh. Untuk lebih tahu, silahkan baca sejarah Desa Timbang berikut ini:

Dahulu kala,  hiduplah dua orang yang bernama Ki Joko Kewarasan dan Trenggono Kusumo. Mereka  berada di daerah tersebut karena mereka berdua  adalah prajurit Kerajaan Majapahit yang tersesat di wilayah sekitar yang nantinya disebut dukuh kewarasan. Hal ini disebabkan mereka adalah prajurit majapahit yang melarikan diri karena kerajaan majapahit  mengalami kekalahan perang. Hal ini yang menyebabkan mereka berada di daerah tersebut. Daerah ini memiliki sumur  yang memiliki sendang ( pusat air). Di samping sumur tersebut ada sebuah batu yang digunakan oleh mbah Trenggono kusumo untuk tempat pembuatan keris.

Berikut ini cerita asal-usul nama dukuh di desa Timbang.

  1. Dukuh Kewarasan

Daerah/ kampung yang digunakan sebagai tempat pembuatan keris oleh Mbah Trenggono Kusumo itu disebut dengan Dukuh Kewarasan.  Kata “Kewarasan “berasal dari nama Mbah Joko Kewarasan tidak lain adalah teman dari mbah Trenggono Kusumo.  Dukuh ini merupakan dukuh pertama yang ada di desa timbang.

  1. Dukuh Gedong

Kata “Gedong” berasal dari banyaknya gedung-gedung di tempat ini yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang pada saat zaman Penjajahan Belanda sehingga disebut dukuh Gedong.

  1. Pandan sari (sekarang Timbang Sari)

Disebut Pandan Sari karena di daerah ini ada pancuran yang dikeliling banyak oleh pohon pandan wangi. Namun, menurut seorang ahli (wali kering) daerah ini harus ditempati 13 Kepala Keluarga. Jika lebih dari 13 Kepala Keluarga maka akan terjadi malapetaka yang  menimpa di daerah tersebut.

  1. Randu Sari

Disebut dukuh Randu Sari karena dahulu kala, ada sebuah pohon Randu yang amat besar namun bagian pucuk dari pohon itu patah. Hal itu menggambarkan kehidupan orang yang kaya namun hidupnya menjadi janda.

  1. Jingkang

Disebut dukuh jingkang karena posisi duduk mbah Trenggono Kusumo  yaitu jingkang saat sedang duduk santai.

  1. Duwet

Disebut dukuh Duwet karena Mbah Trenggono Kusumo melihat pohon Duwet yang dihinggapi oleh burung-burung yang sedang berterbangan sebagai tempat berteduh mereka. Sehingga kelak desa tersebut dinamai dukuh Duwet.

  1. Timbang

Disebut dukuh timbang, karena dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat untuk menimbang barang-barang dari berbagai dukuh seperti dukuh Randu Sari, maupun dukuh-dukuh lain.

Begitulah Sekilas cerita desa Timbang,  semoga bemanfaat bagi pembaca  di mana pun berada yang ingin mengetahui asal-usul desa Timbang.

*Sumber: Hasil wawancara Mahasiswa KKN dengan Pak Sanuri (Kadus Kewarasan)*

Iklan